Pengertian Elaktabilitas

Pengertian Elaktabilitas

Myair Eu – Untuk tujuan pembahasan ini, kami memberikan gambaran tentang kelayakan, yang dalam hal ini meliputi pengertian, perbedaan, hubungan, dan peluang untuk perbaikan. Untuk lebih memahami dan memahaminya, baca ikhtisar lengkapnya di bawah ini.

 

memahami kelayakan

Kelayakan adalah derajat kewenangan atau kepentingan umum untuk memilih sesuatu, baik itu orang, lembaga atau pihak, maupun barang dan jasa, yang informasinya diperoleh dari hasil berbagai survei.

 

Menurut Dendy Sugiono “2008” pengertian kelayakan adalah arti seseorang untuk memilih. Secara bahasa, eligibilitas merupakan hasil adopsi dari bahasa Inggris yaitu ‘eligibility’ yang artinya kelayakan.

 

Dan secara umum, untuk meningkatkan kelayakan suatu objek “barang, jasa, orang, lembaga”, objek tersebut harus populer dan memenuhi kriteria pemilihan, misalnya:

 

Dikenal masyarakat umum.

Terbukti kinerja yang baik.

mencapai kesuksesan di bidang tertentu.

Memiliki rekam jejak positif di bidang ini.

Perbedaan antara kesesuaian dan popularitas

 

Dalam masyarakat umum, entitlement sering disamakan dengan popularitas seseorang. Dalam hal ini, kedua istilah tersebut terkait tetapi memiliki makna yang berbeda. Popularitas adalah derajat pengakuan suatu objek “barang, jasa, karakter, dan institusi” di mata publik, sedangkan eligibilitas adalah derajat kelayakan objek yang bersangkutan.

 

Artinya seseorang yang populer di masyarakat belum tentu memiliki kelayakan yang tinggi untuk layak dipilih. Di sisi lain, seseorang yang dapat dipilih tidak dapat dipilih karena dia tidak populer di mata publik.

 

Dalam ranah politik, popularitas seorang tokoh merupakan aset yang sangat penting untuk menarik perhatian publik. Popularitas ini nantinya akan mampu meningkatkan legitimasi karakter dengan membangun citra secara langsung di masyarakat atau melalui berbagai media massa.

 

Hubungan antara kampanye politik dan kelayakan

Kampanye politik adalah serangkaian upaya komunikasi terencana yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mendapatkan dukungan publik. Untuk meningkatkan otoritas, kampanye politik biasanya berpedoman pada pencitraan politik.

 

Dalam hal ini, kelayakan seorang tokoh untuk terpilih dapat ditingkatkan melalui kegiatan kampanye politik. Namun perlu dicatat bahwa tidak semua kampanye politik ditujukan untuk meningkatkan kelayakan seorang tokoh dalam pemilu, ada juga kampanye yang ditujukan untuk menggulingkan individu lain yang merupakan lawan politik. ketahui juga perkembangan jangkrik

 

Dalam konteks kegiatan kampanye politik, seringkali pencitraan dilakukan dengan tujuan membentuk opini publik tentang seorang petinggi. Citra politik ini biasanya dibuat persuasif untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari pemilih.

 

Dan menurut Nimmo Corner dan Pels, 2009:8, baik angka bersih maupun bermasalah, keduanya perlu bekerja lebih keras lagi untuk membangun citra politiknya guna mendapatkan dukungan pemilih. Citra seseorang di masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan kegiatan kampanye politik.

 

Bagaimana cara meningkatkan kelayakan?

Stanislaus Riyanta, mahasiswa PhD bidang kebijakan publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, mengatakan ada beberapa usulan langkah untuk meningkatkan kelayakan.

 

“Yang pertama adalah membangun koalisi yang kompak, kuat dan satu suara. Perbedaan suara dalam koalisi akan menjadi kerawanan yang bisa menurunkan kelayakan calon dan parpol,” katanya di Jakarta, Selasa (4/4/2018).

 

Langkah kedua, kata dia, adalah meyakinkan para pendukung, loyalis, dan publik atas tekad dan stabilitasnya untuk maju dalam Pilpres 2019. Bujukan itu juga harus masuk akal dengan menjadi tuan rumah koalisi partai yang akan menyiapkan panggung Partisipasi dalam Pilpres 2019. pemilihan presiden bertemu dengan pemilihan presiden. Selain itu, untuk memantapkan langkah tersebut, calon dan tim pemenangannya harus menghadirkan program kerja yang unggul untuk bersaing dengan program kerja lawan politiknya.

 

“Langkah ketiga adalah menunjukkan bahwa kemampuannya lebih baik dari lawan politik yang ada. Para capres dan cawapres beserta tim pemenangnya juga perlu meyakinkan masyarakat bahwa sumber daya mereka mampu mengarahkan mesin politik pada Pilpres 2019,” ujarnya.